Team Work

Kelompok 2 Mata kuliah TIK Mensi 2014.

Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts

Friday, December 12, 2014

Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di kota Bau-bauSulawesi Tenggara. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengeilingi komplek istana dengan tujuan untuk membuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.
Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadaan Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi Kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

Benteng yang terletak di Kelurahan Melai, Kecamatan Betoambari, Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas didunia dengan luas sekitar 23,375 hektar.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton. 

Benteng ini terdiri dari tiga komponen yaitu Badili, Lawa, dan Baluara
  • Badili (Meriam)

Obyek wisata ini merupakan meriam yang terbuat dari besi tua yang berukuran 2 sampai 3 depa. Meriam ini bekas persenjataan Kesultanan Buton peninggalan Portugis dan Belanda yang dapat ditemui hampir pada seluruh benteng di Kota Bau-Bau.
  • Lawa

Dalam bahasa Wolio berarti pintu gerbang. Lawa berfungsi sebagai penghubung keraton dengan kampung-kampung yang berada di sekeliling benteng keraton. Terdapat 12 lawa pada benteng keraton. Angka 12 menurut keyakinan masyarakat mewakili jumlah lubang pada tubuh manusia, sehingga benteng keraton diibaratkan sebagai tubuh manusia. Ke-12 lawa memiliki masing-masing nama sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya, penyebutan lawa dirangkai dengan namanya.
Kata lawa diimbuhi akhiran 'na' menjadi 'lawana'. Akhiran 'na' dalam bahasa Buton berfungsi sebagai pengganti kata milik "nya". Setiap lawa memiliki bentuk yang berbeda-beda tapi secara umum dapat dibedakan baik bentuk, lebar maupun konstruksinya ada yang terbuat dari batu dan juga dipadukan dengan kayu, semacam gazebo di atasnya yang berfungsi sebagai menara pengamat. 12 Nama lawa di antaranya : lawana rakia, lawana lanto, lawana labunta, lawana kampebuni, lawana waborobo, lawana dete, lawana kalau, lawana wajo/bariya, lawana burukene/tanailandu, lawana melai/baau, lawana lantongau dan lawana gundu-gundu.
  • Baluara

Kata baluara berasal dari bahasa portugis yaitu baluer yang berarti bastion. Baluara dibangun sebelum benteng keraton didirikan pada tahun 1613 pada masa pemerintahan La Elangi/Dayanu Ikhsanuddin (sultan buton ke-4) bersamaan dengan pembangunan 'godo' (gudang). Dari 16 baluara dua diantaranya memiliki godo yang terletak diatas baluara tersebut. Masing-masing berfungsi sebagai tempat penyimpanan peluru dan mesiu. Setiap baluara memiliki bentuk yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi lahan dan tempatnya. Nama-nama baluara dinamai sesuai dengan nama kampung tempat baluara tersebut berada. Nama kampung tersebut ada di dalam benteng keraton pada masa Kesultanan Buton.
16 Nama Baluara yaitu : baluarana gama, baluarana litao, baluarana barangkatopa, baluarana wandailolo, baluarana baluwu, baluarana dete, baluarana kalau, baluarana godona oba, baluarana wajo/bariya, baluarana tanailandu, baluarana melai/baau, baluarana godona batu, baluarana lantongau, baluarana gundu-gundu, baluarana siompu dan baluarana rakia.

Sumber: http://wisatamelayu.com/id/object.php?a=RGtvL3dzeS9P=&nav=geo
                 http://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Keraton_Buton

Posted by: Gustyan Ubai Anggie P

Thursday, December 11, 2014

Pantai Nirwana

Berbicara soal wisata di Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Tak terkecuali pulau Sulawesi. Ya, hampir semua daerah di pulau ini menawarkan tempat atau obyek wisata menawan dan menarik untuk dikunjungi.
Buton terkenal dengan wisata bawah lautnya yang kaya nan indah. Selain itu, ada juga pantai-pantai super cantik yang membuat Anda betah liburan di sana.


Salah satu pantai yang bisa ditengok adalah Pantai Nirwana. Pantai Nirwana berada di Kecamatan Betoambari, Kota Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara, pantai ini hanya berjarak sekira 10 menit dari Bandara Betoambari. Meski tidak terlalu panjang, pantai ini punya bibir yang cukup landai dan tanpa karang. Sehingga Anda bisa bebas bermain dan berenang tanpa takut ombak besar atau terkena karang. Di tepian pantai, ada saung-saung yang bisa disewa atau diduduki jika pantai sedang sepi. Di depan saung, ada wadah untuk bakar ikan dan jagung.
Hamparan pasir putih bersih dengan lambaian nyiur di sepanjang pantai, sungguh menjadi pemandangan yang mempesona ditempat ini. Airnya biru jernih dan tenang, bahkan hampir tidak ada ombak sama sekali dan juga tanpa karang. Sehingga pengunjung bebas bermain dan berenang tanpa takut ombak besar dan terkena karang.

Nirwana, namanya bagaikan seorang gadis cantik. Bahkan jika diartikan, Nirwana adalah “surga”.  Ya, memang ditempat wisata ini menawarkan keindahan pantai yang memiliki tiga kombinasi warna air laut, diantaranya putih, biru muda dan biru tua kehijauan. Ketiga air tersebut terpisah satu sama lain.
Bukan hanya itu, keindahan terumbu karang Pantai Nirwana menjadi daya tarik tersendiri para turis untuk melakukan penyelaman. Gugusan karang dan ikan-ikan serta jutaan biota laut lainnya akan menjadi pemandangan bagi pengunjung ditempat ini.
Olehnya itu, tak heran jika di pantai Nirwana ini kerap kita temui aktivitas para turis mancanegara melakukan penyelaman (diving) dan pemotretan bawah laut.
Pantai ini juga memiliki pemandangan matahari terbaik, saat terbit “sunrise” maupun terbenam “sunset”.
Yang pasti, Pantai Nirwana menyajikan keindahan alam yang lengkap, di atas dan di bawah permukaan air laut.

Sumber: http://wisatasulawesi.com/pantai-nirwana-bau-bau-menyajikan-keindahan-alam-lengkap/
Posted by: Gustyan Ubai Anggie P